Merantau ke Kota #2

 

Pukul 18.30 Wib selesai pembelajaran dengan ustadz, dan aku bergegas untuk kembali ke kost. Di Medan aku tinggal bersama kakak ku, tetapi kami ngekost. Kakak sudah selesai kuliahnya kini dia bekerja. Kakak ku dikenal galak, dia suka marah sama orang yang tengah berbuat kesalahan, tetapi dia baik hati. Kakak ku cantik, dia memiliki postur tubuh yang ideal, berkulit putih, senyumnya manis, tapi dia moodyan. Namun itu tak jadi masalah buat ku, karena kakak ku aku menjadi kuat hidup di rantau ini. Ooh iyaa kalian juga bisa memanggilnya dengan sebutan “Teteh”, karena aku memanggilnya teteh, ya kami dari suku sunda.

kalian tahu gimana galak nya teteh? Yaa sering sekali teteh marah dengan orang yang berbuat salah. Tapi ingat teteh itu memiliki hati yang lembut. Contohnya, seperti kejadian ketika bawa motor sering sekali pengendara lain ingin menyerempet teteh, maka teteh langsung marah-marah. Teteh dikenal anak yang kuat, tidak ada takutnya dengan orang. Jika hal itu salah, maka ia tak akan takut untuk bersuara. Dari sini aku mulai mencontoh kepribadian si teteh.

Teteh pernah berpesan kepadaku “Hidup disini kalau kita terlalu lembut ga bisa juga, jangan takut untuk mengungkapkan apa yang buat kita ga nyaman”. Aku berpikir mungkin kalau tidak ada teteh di kota ini aku tak akan sekuat ini.

Dari teteh aku mulai bisa memposisikan diri. Tak apa kita tegas dengan orang, dan kita harus bisa juga tetap lembut hati dengan orang orang. Sifat lah lembut jangan sampai dihilangkan, namun menjadi perempuan yang tegas itu diharuskan.

Setahun di kota ini ada hal yang membuat kepribadian ku berubah, aku yang dulu penyakit, kini menjadi pemberani. Aku yang dulu tak enakan dengan orang lain, kini aku mampu menolak keinginan orang lain itu. Aku yang dulunya takut untuk bersuara, kini aku mampu bersuara tak lagi membungkam. Banyak sekali yang merubah kepribadian ku pada problem itu.

Dimana suatu ketika seseorang mengajak itu untuk hal ini itu aku mampu mengatakan “maaf, aku ga ikut dulu yaa” . dimana pada kejadian aku dimarahin abang parkir aku mampu melawannya. Mengenai Abang parkir dan kejadian lainnya aku akan cerita di chapter berikut nyaa yaa, hehe. Dan aku yang dulunya takut untuk berpergian di kota ini sendirian, tapi sekarang aku bisa kemana mana sendiri. Ya ini lah aku, banyak yang merubah kepribadian ku di kota ini, tentu menjadi seorang yang lebih kuat dan mandiri.

BERSAMBUNG...


Komentar

Postingan Populer